SNMPTN

  Well, kali ini saya ingin sedikit sharing nih tentang SNMPTN alias jalur undangan. Yap, jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ini merupakan jalur yang sudah ada sejak 5-6 tahun yang lalu. Dimana pada jalur ini, tidak ada yang namanya "tes tulis", "wawancara" maupun tes-tes lainnya. Jalur ini hanya memerlukan nilai dan prestasi siswa selama 3 tahun duduk di bangku SMA. Dan lolos melalui jalur ini tidak mudah lho. Siapa coba yang tidak ingin kuliah di Perguruan Tinggi Negeri ternama? Beribu siswa mendaftar, namun hanya beberapa yang dapat rejeki tersebut.

  Ibarat undangan vip, memang jalur ini seperti itu. Tidak perlu bersusah payah belajar lagi, tiba-tiba langsung kejatuhan durian runtuh. Dan simsalabim, ketika nama kalian ada di pengumuman siapa saja peserta yang lolos dan diterima, otomatis kalian tidak perlu susah-susah mencari bangku kuliah lagi.

Disini, saya tidak berniat untuk sombong atau membanggakan diri sendiri. Saya hanya ingin sharing cerita saya mengenai detik-detik memperebutkan bangku kuliah perguruan tinggi negeri.
Saya merupakan pelajar SMA yang masuk pada tahun 2012. Sehingga tahun 2015 merupakan tahun terakhir bagi saya di SMA. Pada tahun saya, sistem SNMPTN ini tidak jauh berbeda dengan SNMPTN tahun lalu, 2014.

Di tahun saya, semua siswa mendapat kesempatan untuk mendaftar SNMPTN. PTN manapun bisa dijadikan destinasi. Namun langkah awal yang harus dilakukan adalah mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa. PDSS ini merupakan web yang menyimpan semua data nilai para siswa se Indonesia. Pihak sekolah yang berhak untuk menginput nilai. Tugas kita hanyalah mengechek apakah masih ada data yang salah. Selain itu, pastikan juga NISN kalian tidak bermasalah. Sebab pada tahun saya, banyak siswa yang memiliki NISN double. Eits, hal itu bisa jadi masalah besar lho. Sebab, NISN merupakan kunci penting bagi kesuksesan kalian. UNAS login dengan memakai NISN, begitu pula dengan SNMPTN.

Nah ketika PDSS kalian sudah oke, kalian bisa melanjutkan langkah selanjutnya ketika semua data kalian sudah terverifikasi. Apakah the next step tersebut? Yap, pendaftaran SNMPTN. Nah disini kalian tidak boleh main-main mengisinya. Mengapa? Sebab akan banyak risiko jika kalian tidak serius mengisinya. 

Sebelum mengisi dan memantapkan hati memilih jurusan, kalian bisa melakukan beberapa strategi berikut ini.

  1. Cari tahu info sedetail mungkin mengenai jurusan yang kalian inginkan. Pastikan sesuai dengan minat dan bakat kalian. Sebab kuliah tidak seperti sekolah. Di perkuliahan nanti, "enjoy" dengan jurusan adalah satu hal penting yang dibutuhkan agar bisa survive hingga lulus.
  2. Cari tahu info mengenai prosentase kemungkinan lolos. Makin bagus jurusan, makin favorit jurusan tsb dipiih oleh peserta se Indonesia. Nah disini kita tidak bisa mengira-ngira sepenuhnya. Namun kita bisa sedikit memperkirakannya dari adanya pemetaan di sekolah dan jumlah alumni. 
  3. Kumpulkan karya portofolio sebagus dan se-unik mungkin. 

Okay, sekarang saya akan menjelaskan poin kedua dan ketiga.

Apa itu pemetaan? Biasanya, ketika memasuki semester keenam di SMA, pihak sekolah mulai meminta data seluruh siswa kelas 3 mengenai jurusan dan universitas tujuan. Pihak sekolah akan memetakan berdasarkan jurusan yang dituju, dengan mengurutkan berdasarkan nilai beberapa semester dan peringkat. Sehingga melalui pemetaan ini, kalian bisa tahu siapa saja saingan dari sekolah kalian. Mengapa pemetaan diperlukan? Hal ini agar para siswa dan orang tua bisa mengira-ngira seberapa besar kesempatan anaknya dapat lolos. Jika persaingan dalam sekolah saja sudah berada di urutan bawah, apalagi persaingan dalam skala nasional. Diharapkan melalui pemetaan ini, para siswa bisa sadar diri. "Yaudah aku ke jurusan lain aja yang bisa kasih aku kesempatan lebih besar". Dengan adanya hal semacam itu, maka kemungkinan lolos bisa lebih besar dan merata.

Selain itu, jumlah alumni juga berpengaruh besar. Jika kalian memiliki kakak kelas di jurusan yang kalian inginkan, cari tahu IPK-nya dan melalui jalur apa dia diterima. Semakin banyak alumni yang diterima melalui jalur undangan, maka kesempatan semakin besar. Semakin bagus nilai IPK mereka, semakin banyak pula calon mahasiswa yang dapat diterima dari sekolah kalian. Namun kalian juga perlu waspada jika kakak kelas kalian 'berulah' di kampus. misalnya seperti membuat gara-gara bermasalah dengan dosen, hukuman skors, IPK rendah, Drop Out, membuang jalur SNMPTN (bagi yang sudah dinyatakan diterima), dsb. Hal itulah yang membuat nama sekolah kalian di black list. Sebab jika sekolah kalian sudah termasuk dalam black list suatu universitas pada jurusan tertentu, akan sia-sia saja kalian mendaftarkan diri di jurusan tersebut. Percuma. Tidak akan dilirik sedikitpun walaupun nilai kalian fantastis. Perlu waktu beberapa tahun untuk mengembalikan reputasi sekolah pada jurusan tsb agar bisa terbebas dari black list.

Nah, untuk poin ketiga, apa itu portofolio? Portofolio merupakan karya wajib yang harus disertakan ketika kalian mendaftar SNMPTN jurusan desain. Seperti FSRD ITB, Desain Produk ITS, dsb. Sebab untuk mendaftar pada jurusan desain, tidak hanya nilai bagus yang diperlukan. Namun skill menggambar pun juga sangat dibutuhkan. Portofolio pada tahun saya, mekanismenya adalah mengumpulkan 3 karya orisinil berupa 1 buah gambar still-life, 1 buah gambar suasana dan 1 karya bebas. Semua karya itu diunggah ketika mendaftar SNMPTN. Menurut beberapa sumber, karya yang biasanya diterima adalah karya yang unik. Memiliki ide yang beda dengan orang-orang pikirkan pada umumnya. Teknik menggambar dan hasil gambar tentunya juga turut dipertimbangkan.

Bagi yang memang benar-benar berniat mendaftar di jurusan A - universitas A, tempatkan di pilihan pertama. Mengapa? Karena, menurut berbagai sumber dan kabar burung, pilihan pertama lah yang dilirik dan diseleksi. Memang peserta diperbolehkan memilih 3 pilihan. Namun kecil kemungkinan pilihan kedua kalian dapat diterima. Apalagi di pilihan ketiga.

Mantapkanlah hati kalian terlebih dahulu, sebelum benar-benar oke mem-finalisasi semua data. Sebab jika kalian diterima melalui jalur ini, rekam jejak kalian akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan jalur undangan berikutnya untuk adik kelas. Jika sudah diterima, maka sungguh-sungguhlah dalam kuliah.

Pada saat saya mengisi form pendaftaran ini, sungguh dag-dig-dug perasaan saya. Apalagi saya mendaftar ketika H-5 deadline ditutup. Yah, disini saya menyesal karena terlalu lambat dalam mengerjakan portofolio. Sebab jika portofolio saya belum kelar, maka pendaftaran SNMPTN saya pun juga tidak dapat selesai. Alhamdulillah, portofolio dapat terselesaikan dengan baik walaupun tidak terlalu bagus.



Ingat-ingat ya, jalur ini membutuhkan amunisi berupa nilai selama kalian duduk di bangku SMA. Nilai tersebut harus bagus dan naik tiap semesternya. Minimal stabil. Jika nilai kalian naik-turun layaknya roller coaster, kalian bisa menyiapkan amunisi lainnya. Apa itu? Sertifikat.

Di pendaftaran SNMPTN, kalian juga harus mengunggah sertifikat-sertifikat prestasi kalian selama SMA. Seperti juara sepak bola, juara LKTI, juara olimpiade, dsb. Sertifikat tersebut tidak harus pada bidang yang sama seperti jurusan tujuan kalian. (Kecuali yang disertakan dalam portofolio, sertifikat harus dalam bidang seni). Pada tahun saya, peserta diperbolehkan mengunggah scan sertifikat sebanyak mungkin. Namun hanya 3 teratas lah yang dilirik. Dan skala lomba dapat mencakup tingkat sekolah, provinsi, nasional dan internasional. 

Pada saat saya mendaftar, saya mengunggah 2 buah sertifikat internasional, 1 buah sertifikat nasional dan 1 buah sertifikat tingkat sekolah. Entahlah dari keempat sertifikat tersebut, mana saja yang diseleksi. Saya hanya menyertakan seadanya saja.

Lantas bagaimana jika tidak memiliki sertifikat? Apakah sertifikat "peserta" maupun "participation" diperbolehkan? Saya kurang tau. Namun guru BK sekolah saya tidak memperbolehkannya. "Gaakan dilirik kalo cuma sebagai peserta. Nol nilainya". begitu kata beliau. Namun entahlah, karena pihak panitia yang menyeleksinya. Namun kalau boleh berpendapat, lebih baik disertakan daripada tidak menyertakan sama sekali. Siapa tahu miracle will come to you hehe

Amunisi terakhir adalah, BERDOA. Yap, jalur SNMPTN merupakan jalur undian keberuntungan. Siapa yang beruntung, dialah yang untung. Siapa yang kurang beruntung, siapkan diri menjadi pejuang SBMPTN! 

Saran saya, jangan leha-leha dengan terlalu berharap dan percaya diri kalau dapat diterima. Mau sepintar apapun, namun jika salah strategi dalam memilih jurusan juga fatal akibatnya. Itulah mengapa Passing Grade tahun sebelumnya sangat dibutuhkan. Ohiya, kalian juga harus sadar diri. Ini nih kasus yang selalu terjadi dari tahun ke tahun. Jika kalian memang berasal dari kelas IPA, pilihlah jurusan sesuai dengan ke-IPA-an kalian. Jangan dari IPA, tapi malah mendaftar jurusan IPS. Kasian teman-teman kalian yang berasal dari kelas IPS, kesempatan mereka makin kecil dengan adanya kalian-kalian yang lari ke jurusan IPS memakan kuota yang tersedia. Malu ah, 3 tahun susah-susah belajar IPA kok malah larinya ke IPS, mengambil jatah anak IPS lagi. Hmm untungnya sih SNMPTN tahun ini mengharuskan memilih jurusan yang linier. Jika berasal dari IPA ya hanya boleh mendaftar jurusan IPA, begitu pula dengan IPS. Alhamdulillah, adil deh jadinya :)

Pokoknya, siapkan semua amunisi dengan baik. Lebih-lebih amunisi "BERDOA". Jika sudah mendaftar, pasrahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jangan dipikir. Fokuslah untuk UNAS dan persiapkan diri sebaik mungkin untuk SBMPTN. Mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Tidak ada salahnya juga mendaftar kuliah di Perguruan Tinggi Swasta, Politeknik, maupun Sekolah Tinggi.

Eits, Perguruan Tinggi Swasta juga tidak kalah bagus lho dengan Perguruan Tinggi Negeri. Ada banyak sekali PTS bagus dan ternama yang bisa kalian jadikan destinasi juga. Seperti Universitas Kristen Petra, Universitas Ciputra, Univeristas Surabaya, dsb. Itu adalah 3 dari sekian banyaknya PTS yang keren dan bagus di Indonesia.

Ngomong-ngomong soal kemungkinan terburuk nih, saya juga ada sedikit saran. Kalian bisa mencoba juga mendaftar Politeknik melalui jalur PMDK. Hampir sama seperti jalur SNMPTN, jalur PMDK Politeknik ini hanya memerlukan data nilai kalian selama 5 semester dan 1 buah sertifikat JUARA paling bergengsi kalian.

Saya menyarankan untuk mendaftar jalur ini juga, sebab Politeknik Negeri di Indonesia juga tidak kalah bagus dengan Perguruan Tinggi. Bedanya apa? Di politeknik ini, pendidikan yang disediakan adalah D-3 dan D-4. Dan di politeknik, kalian akan lebih banyak praktek daripada teorinya. Politeknik juga punya buanyak sekali jurusan yang bisa dijadikan destinasi lho. Teknik Sipil, Elektro, Mesin, Perkapalan, dsb. Ada juga Polimedia kreatif di Jakarta yang memiliki jurusan Perfilman, animasi, dsb. Dan yang suka kesehatan, ilmu gizi, dan sejenis itu.. Politeknik di Indonesia juga ada. Seperti Polinema, alias Politeknik Negeri Malang

Namun sayangnya sosialiasi pendaftaran Politeknik jalur PMDK ini kurang begitu gencar pada tahun saya. Sehingga tidak banyak siswa yang mengetahuinya. Pada jaman saya saja, saya mengetahuinya dari teman-teman yang riwuh dengan mengumpulkan berkas-berkas dan keluar-masuk ruang BK. Barulah ketika saya bertanya, saya diberitahu mengenai adanya pendaftaran ini.

Ketika itu, saya langsung mencari-cari informasi mengenai politeknik di Indonesia. Dan saya tertarik untuk mendafarkan diri di PNJ (Politeknik Negeri Jakarta) dengan jurusan D3 Kontruksi Gedung. Entahlah waktu itu saya asal mendaftar, "yang penting nyerempet dikit-dikit lah sama arsitektur" wkwk. Dan menempatkan jurusan Perfilman - politeknik media kreatif, sebagai pilihan kedua. Padahal hampir semua teman  saya mendaftar di PENS dan PPNS. Saya cukup minder juga karena sebagai single fighter dari sekolah saya. Namun mau bagaimana lagi.... saya tidak memiliki minat dan bakat sedikitpun di jurusan-jurusan yang ada di PENS dan PPNS. Saya takut listrik dan tidak tertarik dengan perkapalan.

Akhirnya, H-2 semua berkas saya beres dan fix mendaftar. Mengapa saya nekat daftar politeknik padahal tidak ada rencana sedikit pun sebelumnya? Selagi ada kesempatan untuk mencoba, mengapa tidak? Lagipula tidak ada yang salah dengan "mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk"

Ketika semua pendaftaran pun telah selesai, lebih baik kalian lupakan saja semua itu. Seakan-akan kalian tidak pernah mendaftar apapun. Fokuslah dengan UNAS dan SBMPTN kalian. Hm namun mau disarankan begitu berkali-kali pun, sepertinya tidak akan bisa ya hehehe. Saya mengalaminya kok, perasaan begitu berharap pada undangan dan rasa males belajar ketika jeda antara unas dengan pengumuman snmptn. Bismillah, berdoa saja untuk yang terbaik :)

Jika ketika pengumuman SNMPTN menampilkan hasil hijau, jangan sombong. jangan hura-hura. Ingat, masih banyak teman-teman yang belum seberuntung kalian. Bantulah mereka dengan memberi semangat dan mendoakan mereka. Dan tentu saja, syukurilah dengan cara TIDAK MEMBUANG-BUANG TIKET EMAS INI. Agar adik kelas selanjutnya tidak diblack list :)

Bagi kalian-kalian yang belum memasuki babak menegangkan ini, alias belum menginjak kelas 3 SMA, siapkanlah amunisi kalian mulai dari sekarang. Koleksi nilai bagus, pertahankan, tingkatkan. Dan jangan terlena dengan nyamannya keseharian sekolah. Carilah kesibukan yang mengasyikkan diluar sekolah. Seperti mengikuti lomba-lomba misalnya. Cari pengalaman baru :) menang atau nggak, itu tidak masalah. Kalah pun kalian tetap dapat pengalaman, menang pun alhamdulillah sertifikatnya dapat dipakai sebagai amunisi tambahan :)

Hm apalagi ya yang bisa saya sampaikan? Mungkin cukup ini saja dulu hehe. Ohiya, ada satu pesan dari salah satu guru saya. bu guru tersebut berkata, "jangan terlalu kekeh dalam memilih jurusan. Jurusan apapun itu bagus, namun sesuaikan dengan minat dan bakat kalian. Jika jurusan yang cocok dengan bakat kalian tidak dapat digapai, galilah bakat lain dalam diri kalian agar dapat memilih jurusan lainnya sebagai pilihan kedua. Selama ada banyak kesempatan terbuka, lakukanlah semua yang kamu bisa. Disitulah rejeki-rejeki dari Allah akan datang". Sekian, dan terimakasih :)



PS:
  • Artikel ini merupakan opini diri sendiri, dengan berdasarkan dari banyak sumber dan informasi dari internet, sekolah, tempat les, guru, dan teman. opini ini tidak dimaksudkan untuk menjelakkan reputasi suatu pihak. opini ini hanya untuk memberikan informasi dan sharing pengalaman. Jika ada kata yang kurang berkanan, saya dengan segenap hati meminta maaf
  • untuk informasi SNMPTN lebih detail, dapat melalui : http://www.snmptn.ac.id/
  • untuk informasi mengenai jalur pmdk politeknik, dapat melalui : http://pmdk.politeknik.or.id/
  • *iklan*bagi yang berminat melanjutkan di jurusan desain, ingin mengasah skill sebelum umdes, dapat mengikuti bimbel disini (bagi daerah Surabaya dan sekitarnya) : https://id-id.facebook.com/studioArtmagic/   *Saya kemarin les disini lho hehehe*





semoga tampilan browser kalian juga akan begini ketika pengumuman nanti ^^



Di Kala Shubuh Akan Datang


Pernahkah kalian merasakan diri kalian berada dalam "suatu waktu" yang membuat kalian selalu terkenang oleh masa lalu di tiap "suatu waktu" itu datang? Atau memiliki waktu khusus yang secara otomatis membuat kalian langsung down, terpuruk, baper, sedih dan mendadak kalian sangat rindu dengan masa lalu? Trust me, i really have it :)

Sejujurnya, tidak pernah terlintas sedikit pun sengaja memiliki "suatu waktu khusus" ini. Hanya saja, saya rasa setiap orang pasti juga secara tidak sadar memiliki "suatu waktu khusus" ini bagi dirinya. Yap, menurut pandangan saya "suatu waktu khusus" ini adalah suatu keadaan dimana tiba-tiba suasana saat itu langsung membuat diri secara mendadak langsung flashback dan terkenang masa lalu yang akhirnya menjadikan kalian jadi baper, rindu, dsb. Dan kejadian flashback ini selalu muncul tiap kali kalian berada dalam "suatu waktu" tersebut. Tentunya dengan didukung sedikit suasana khusus juga.

Beberapa orang mungkin flashback time-nya muncul dalam keadaan tertentu. Wajar sih. Misalnya ketika mengunjungi sekolah, kampung halaman, bertemu dengan teman kecil, melihat album foto lama, dsb. Namun bagi saya, waktu menjelang Shubuh SELALU menjadikan diri saya automatically flashback dan baper hingga adzan shubuh berkumandang. Dimana pun itu, ketika saya belum memejamkan mata, 60 menit menjelang shubuh selalu menghampiri saya dengan membawa kenangan-kenangan masa lalu yang rasanya langsung menghujam pikiran saya.

Pikiran langsung menjadi berat seketika. Ditambah dengan alunan bacaan Al-Qur'an yang merdu dari speaker masjid sebelah rumah, perasaan saya semakin jatuh terbawa oleh kenangan-kenangan masa lalu yang tiba-tiba datang. Pernahkah kalian merasakannya? Ataukah hanya saya disini yang lebay merasakan hal ini?

Jujur saja, waktu menjelang shubuh selalu membuat saya ingin menangis. Rindu dan menyesal. Mungkin itu yang selalu menghantui diri saya di tiap kali shubuh menjelang. Yang semula mood baik-baik saja, tiba-tiba langsung down dan sedih bersamaan dengan kenangan masa lalu yang mendadak muncul.

Dan hal yang selalu kembali dalam ingatan itu adalah masa kecil dan masa sekolah :')
Teringat ketika masa kecil, tidur sekasur dengan ayah dan ibu, mempraktekaan bacaan shalat dari niat hingga salam sebelum tidur, belajar menghitung mundur dengan ibu ketika menunggu ayah pulang, selalu tengkar dengan mbak, masanya bolo dan gak bolo-bolo an dengan teman, dan yaaaah masih banyak hal lainnya :')

Tiba-tiba inget juga dengan saudara-saudara yang sudah meninggal, abah-emak, bung aman si mas sepupu, dll. kangen sekali rasanya. Ingin bisa berjumpa lagi dengan mereka. Selain itu, suasana bulan ramadhan juga selalu terasa di jam-jam ini. Dibangunin sahur, membantu ibuk menyiapkan makanan untuk sahur, makan sahur bareng keluarga full team, lalu berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat shubuh. Yah, saya harap kenangan manis ini ngga akan berkurang di ramadhan-ramadhan yang akan datang :')

Dan ingatan paling kuat adalah "ini lo. pas jam-jam mau shubuh, setahun yang lalu kamu selalu bangun shalat malam, mati-matian belajar, ngerjain pr, belajar sks buat ulangan  beberapa jam lagi, bahkan nyiapin catetan kecil buat curang pas ulangan". Masih melekat betul suasana saat itu, suasana paling mendebarkan sebelum tuntas bersekolah 12 tahun.

Tidur jam 10 malam, bangun jam 3. Shalat lalu belajar hingga jam 5. Mandi, bersiap-siap, lalu berangkat ke sekolah. Pulang jam 3, lanjut les. Baru dirumah jam 9 malam. Begitu terus keseharian menjadi siswi kelas 3 SMA. Ngga terasa, ternyata setahun itu cepat sekali terlewati. Kenangan paling berharga, paling ngangenin.

Begitu pula dengan masa-masa SMP. Masa cupu-cupu dan alay nya remaja. Bangun pagi, cepat-cepat mandi biar nggak ditinggal pak supir antar jemput, sekolah yang melelahkan dan nan jauh dari rumah, pulang maghrib dalam keadaan yang kucel banget, tugas seabrek, dan ulangan selalu menghantui setiap hari. 

Wah ternyata kalau diingat-ingat, itu adalah masa-masa yang sekarang menjadi "menyenangkan" menurut saya. Masa-masa indah, tugas hanya bersekolah dan belajar, nilai gampang didapat, setiap hari ketemu temen sekolah sampe bosen, weekend selalu ditunggu-tunggu untuk hangout bareng temen, bisa ketemu pacar tiap hari di sekolah *upz, guru-gurunya penyayang semua, uang saku mengalir terus, tanggal merah yang berkah karena selalu dinanti-nanti, nakal di sekolah, dan masih banyak hal seru lagi. (Bahkan kenangan dengan mantan pun juga turut serta menghampiri -_-asdfghjkl)

Kangen? Banget nget nget. Kebanyakan orang hanya kangen dengan kebersamaan orang-orang disekitarnya saat itu. Seperti dengan sahabat, teman, keluarga, orang tua, dll. Tapi bagi saya, semuanya ngangenin. Baik orangnya maupun suasananya. Kangen sahabat-sahabat yang dulu selalu menemani di sekolah, kangen kegilaan dengan teman sekelas, kangen ditimang-timang orang tua, kangen rasanya cokot-cokotan sama mbak waktu bertengkar (wkwk), and many more

Kalau aja ada mesin waktu, saya ingin sekali mengulangi semuanya. Merasakan pengalaman itu untuk kedua kalinya, memperbaiki semua kesalahan dan lebih menikmati masa tersebut. Biarlah disebut 'terjebak nostalgia', tidak dapat melupakan masa lalu, atau pun selalu hidup dengan masa lalu. Because every moment is precious for me :)

Time has changed everything memang. Sedih juga ya. Semuanya berubah seiring dengan berjalannya waktu. Sahabat yang dulunya sangat dekat, kini menjadi jauh. Teman yang dulunya akrab kini look like stranger. Yang dulu berteman kini jadi bermusuhan. Hiks hal-hal itu sangat menyedihkan tiap kali kenangan manis itu menghujam di waktu shubuh akan datang. Manis yang kini berubah pahit. Menusuk rasanya

Dari serangkaian kata ini, mungkin nasihat bagi diri saya sendiri adalah "hargai waktu dan berbuat sebaik-baiknya". Waktu automatically flashback adalah reminder bagi diri sendiri untuk mengambil tiap hikmah dari kenangan masa lalu, untuk melangkahkan kaki menuju waktu setelah ini. esok hari. dan masa depan.

Waktu memang tidak bisa diputar kembali. Oleh karena itu, sebelum menyesal, hendaklah meniti kenangan yang membuahkan hasil yang manis sebelum waktu merubahnya menjadi "kenangan masa lalu". Memang saya orang yang buruk di masa lalu. Memang saya orang yang jahat. Tapi selama masih diberi waktu untuk bernafas, selama itu pula kesempatan merubah diri masih terbuka lebar.

Melalui postingan ini, saya juga ingin menyampaikan permintaan maaf saya kepada sahabat-sahabat dan orang-orang yang pernah saya kecewakan. Baik di waktu dahulu maupun baru-baru ini. Ada kalanya saya memiliki alasan tersendiri mengapa saya tidak bisa meminta maaf secara langsung. Semoga kelak di hari esok, kita bisa berbaikan lagi seperti dahulu kala. Menjalin hubungan baik dan memperbaiki semuanya bersama. Terima kasih telah mengisi lembaran buku cerita hidup saya :)