Di Kala Shubuh Akan Datang


Pernahkah kalian merasakan diri kalian berada dalam "suatu waktu" yang membuat kalian selalu terkenang oleh masa lalu di tiap "suatu waktu" itu datang? Atau memiliki waktu khusus yang secara otomatis membuat kalian langsung down, terpuruk, baper, sedih dan mendadak kalian sangat rindu dengan masa lalu? Trust me, i really have it :)

Sejujurnya, tidak pernah terlintas sedikit pun sengaja memiliki "suatu waktu khusus" ini. Hanya saja, saya rasa setiap orang pasti juga secara tidak sadar memiliki "suatu waktu khusus" ini bagi dirinya. Yap, menurut pandangan saya "suatu waktu khusus" ini adalah suatu keadaan dimana tiba-tiba suasana saat itu langsung membuat diri secara mendadak langsung flashback dan terkenang masa lalu yang akhirnya menjadikan kalian jadi baper, rindu, dsb. Dan kejadian flashback ini selalu muncul tiap kali kalian berada dalam "suatu waktu" tersebut. Tentunya dengan didukung sedikit suasana khusus juga.

Beberapa orang mungkin flashback time-nya muncul dalam keadaan tertentu. Wajar sih. Misalnya ketika mengunjungi sekolah, kampung halaman, bertemu dengan teman kecil, melihat album foto lama, dsb. Namun bagi saya, waktu menjelang Shubuh SELALU menjadikan diri saya automatically flashback dan baper hingga adzan shubuh berkumandang. Dimana pun itu, ketika saya belum memejamkan mata, 60 menit menjelang shubuh selalu menghampiri saya dengan membawa kenangan-kenangan masa lalu yang rasanya langsung menghujam pikiran saya.

Pikiran langsung menjadi berat seketika. Ditambah dengan alunan bacaan Al-Qur'an yang merdu dari speaker masjid sebelah rumah, perasaan saya semakin jatuh terbawa oleh kenangan-kenangan masa lalu yang tiba-tiba datang. Pernahkah kalian merasakannya? Ataukah hanya saya disini yang lebay merasakan hal ini?

Jujur saja, waktu menjelang shubuh selalu membuat saya ingin menangis. Rindu dan menyesal. Mungkin itu yang selalu menghantui diri saya di tiap kali shubuh menjelang. Yang semula mood baik-baik saja, tiba-tiba langsung down dan sedih bersamaan dengan kenangan masa lalu yang mendadak muncul.

Dan hal yang selalu kembali dalam ingatan itu adalah masa kecil dan masa sekolah :')
Teringat ketika masa kecil, tidur sekasur dengan ayah dan ibu, mempraktekaan bacaan shalat dari niat hingga salam sebelum tidur, belajar menghitung mundur dengan ibu ketika menunggu ayah pulang, selalu tengkar dengan mbak, masanya bolo dan gak bolo-bolo an dengan teman, dan yaaaah masih banyak hal lainnya :')

Tiba-tiba inget juga dengan saudara-saudara yang sudah meninggal, abah-emak, bung aman si mas sepupu, dll. kangen sekali rasanya. Ingin bisa berjumpa lagi dengan mereka. Selain itu, suasana bulan ramadhan juga selalu terasa di jam-jam ini. Dibangunin sahur, membantu ibuk menyiapkan makanan untuk sahur, makan sahur bareng keluarga full team, lalu berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat shubuh. Yah, saya harap kenangan manis ini ngga akan berkurang di ramadhan-ramadhan yang akan datang :')

Dan ingatan paling kuat adalah "ini lo. pas jam-jam mau shubuh, setahun yang lalu kamu selalu bangun shalat malam, mati-matian belajar, ngerjain pr, belajar sks buat ulangan  beberapa jam lagi, bahkan nyiapin catetan kecil buat curang pas ulangan". Masih melekat betul suasana saat itu, suasana paling mendebarkan sebelum tuntas bersekolah 12 tahun.

Tidur jam 10 malam, bangun jam 3. Shalat lalu belajar hingga jam 5. Mandi, bersiap-siap, lalu berangkat ke sekolah. Pulang jam 3, lanjut les. Baru dirumah jam 9 malam. Begitu terus keseharian menjadi siswi kelas 3 SMA. Ngga terasa, ternyata setahun itu cepat sekali terlewati. Kenangan paling berharga, paling ngangenin.

Begitu pula dengan masa-masa SMP. Masa cupu-cupu dan alay nya remaja. Bangun pagi, cepat-cepat mandi biar nggak ditinggal pak supir antar jemput, sekolah yang melelahkan dan nan jauh dari rumah, pulang maghrib dalam keadaan yang kucel banget, tugas seabrek, dan ulangan selalu menghantui setiap hari. 

Wah ternyata kalau diingat-ingat, itu adalah masa-masa yang sekarang menjadi "menyenangkan" menurut saya. Masa-masa indah, tugas hanya bersekolah dan belajar, nilai gampang didapat, setiap hari ketemu temen sekolah sampe bosen, weekend selalu ditunggu-tunggu untuk hangout bareng temen, bisa ketemu pacar tiap hari di sekolah *upz, guru-gurunya penyayang semua, uang saku mengalir terus, tanggal merah yang berkah karena selalu dinanti-nanti, nakal di sekolah, dan masih banyak hal seru lagi. (Bahkan kenangan dengan mantan pun juga turut serta menghampiri -_-asdfghjkl)

Kangen? Banget nget nget. Kebanyakan orang hanya kangen dengan kebersamaan orang-orang disekitarnya saat itu. Seperti dengan sahabat, teman, keluarga, orang tua, dll. Tapi bagi saya, semuanya ngangenin. Baik orangnya maupun suasananya. Kangen sahabat-sahabat yang dulu selalu menemani di sekolah, kangen kegilaan dengan teman sekelas, kangen ditimang-timang orang tua, kangen rasanya cokot-cokotan sama mbak waktu bertengkar (wkwk), and many more

Kalau aja ada mesin waktu, saya ingin sekali mengulangi semuanya. Merasakan pengalaman itu untuk kedua kalinya, memperbaiki semua kesalahan dan lebih menikmati masa tersebut. Biarlah disebut 'terjebak nostalgia', tidak dapat melupakan masa lalu, atau pun selalu hidup dengan masa lalu. Because every moment is precious for me :)

Time has changed everything memang. Sedih juga ya. Semuanya berubah seiring dengan berjalannya waktu. Sahabat yang dulunya sangat dekat, kini menjadi jauh. Teman yang dulunya akrab kini look like stranger. Yang dulu berteman kini jadi bermusuhan. Hiks hal-hal itu sangat menyedihkan tiap kali kenangan manis itu menghujam di waktu shubuh akan datang. Manis yang kini berubah pahit. Menusuk rasanya

Dari serangkaian kata ini, mungkin nasihat bagi diri saya sendiri adalah "hargai waktu dan berbuat sebaik-baiknya". Waktu automatically flashback adalah reminder bagi diri sendiri untuk mengambil tiap hikmah dari kenangan masa lalu, untuk melangkahkan kaki menuju waktu setelah ini. esok hari. dan masa depan.

Waktu memang tidak bisa diputar kembali. Oleh karena itu, sebelum menyesal, hendaklah meniti kenangan yang membuahkan hasil yang manis sebelum waktu merubahnya menjadi "kenangan masa lalu". Memang saya orang yang buruk di masa lalu. Memang saya orang yang jahat. Tapi selama masih diberi waktu untuk bernafas, selama itu pula kesempatan merubah diri masih terbuka lebar.

Melalui postingan ini, saya juga ingin menyampaikan permintaan maaf saya kepada sahabat-sahabat dan orang-orang yang pernah saya kecewakan. Baik di waktu dahulu maupun baru-baru ini. Ada kalanya saya memiliki alasan tersendiri mengapa saya tidak bisa meminta maaf secara langsung. Semoga kelak di hari esok, kita bisa berbaikan lagi seperti dahulu kala. Menjalin hubungan baik dan memperbaiki semuanya bersama. Terima kasih telah mengisi lembaran buku cerita hidup saya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar