evaluasi

Ini adalah tulisan pertamaku di 2017. Tahun yang baru dan (seharusnya) semangat yang baru.

Entah apa yang membuatku kangen untuk menulis blog lagi. Mungkin benar, menulis adalah hal yang dapat menenangkan hati dan mengatasi badmood (untuk sementara)

Well, mungkin langkah awal yang seharusnya dilakukan di tahun baru ini adalah mengevaluasi satu tahun yang telah kulalui. Dan overall 2016 ku adalah tahun termalas dan terpuruk bagiku.

Kuakui memang, somehow aku merasa semangatku menipis dari hari ke hari. Terutama semangat kuliah. Entahlah, aku merasa ini bukan passionku. Aku selalu merasa berat dengan tugas-tugas kuliah (yang memang sangat berat dan selalu menuntut untuk begadang) walaupun aku sudah mencicilnya sekalipun. Entahlah mengapa aku selalu dan selalu menjadi deadliner. Miris bukan?
Jujur saja, setiap harinya aku selalu berpikir, apa iya aku salah jurusan? Apa iya memang ini bukan passionku? Apa iya nanti aku dapat survive disini? Rencana untuk ‘mengulang’ selalu ada, namun aku tidak ingin membuat orang tuaku kecewa. Mereka sudah menghabiskan banyak biaya untuk kuliahku selama 3 semester ini, masa iya aku tega mengulang dari awal? Disamping itu, perkuliahan di kampus membuatku terbiasa dengan tidak belajar dan memeras otak untuk berfikir layaknya belajar saat SMA dulu, hanya menuntut untuk bekerja keras dan menganalisa sesuatu secara mendalam. Sehingga dorongan untuk ‘mengulang’ pada akhirnya luntur karena malas untuk (kembali) belajar dan membuka buku SMA. Mungkin di tahun dan semester baru ini, aku harus lebih semangat lagi untuk kuliah. Tingkat “deadliner” ku harus banyak diturunkan, lebih rajin dan tidak mengulur-ulur waktu lagi. Sikap malas ini haruslah dihilangkan. Walaupun orientasiku bukan pada nilai IP (aku memang selalu pasrah dengan nilai, mengerjakan tugas ala kadarnya) setidaknya aku harus bisa survive disini, lulus tepat waktu dan entahlah setelah itu langkah apa selanjutnya aku pun belum memikirkannya.

Cukup untuk masalah akademis, mari mengevaluasi hal selanjutnya. Non-akademis. Aku bingung bagaimana tahun 2016 bisa membuatku sangat sangat tidak produktif. Padahal 2015 dan tahun ketika aku masih duduk di bangku sekolah, aku sangat anti bermalas-malasan an. Aku selalu mengusahakan diri untuk selalu produktif. Dan 2016 ini, “kupu-kupu” adalah hal yang sangat melekat dalam diriku. Ya tapi mau gimana lagi. Aku sudah mencoba untuk mengikuti serangkaian oprec organisasi, kegiatan, kepanitiaan, dll. Entah karena aku memang sangat kurang berkualitas, atau karena doa ‘si dia’, hasilnya selalu gagal -_- beberapa kali cukup membuatku down, dan entahlah sepertinya hal itu berdampak pada semangatku. Semakin sering ditolak, semakin aku malas untuk mencoba lagi. Dan sepertinya bukan hanya aku yang beranggapan seperti ini. Namun di akhir tahun 2016, aku mengenal seorang teman baru (kakak tingkat). Secara pribadi memang dia sangat sangat menyebalkan, namun beberapa kali aku mendengar banyak kisah darinya, aku menjadi terinspirasi. Beberapa kali juga dia mengejek ‘ke kupu-kupuanku’ dan menurutku sebenarnya dia memotivasiku untuk berubah jika melihat dari sudut pandang lain. Beberapa kali dia juga berbagi pengalaman denganku, sehingga aku banyak meniru hal baik darinya, yang secara tidak langsung membuatku menuliskan banyak to do list dan resolusiku di 2017. Yah apa salahnya meniru orang menyebalkan itu? Dia saja berkali-kali down tapi tetap bisa sukses. Lalu aku yang hanya ditolak beberapa kali saja sudah jadi malas. Ayolah, “aktif dan produktif” dalam CV bukan hanya bualan belaka kan? Its time to change!

Evaluasi berikutnya yang juga berhubungan dengan 2 hal diatas adalah masalah kebiasaan. Mungkin di 2016 aku terlalu banyak menghabiskan waktu untuk kucing-kucingku dirumah. Baiklah setelah ini aku akan berbelanja banyak buku, kembali menghobikan kegiatan membaca, kembali membuka pikiran, berimajinasi, membiasakan diri untuk menulis (kembali) dan menambah banyak wawasan. Karena aku merasa otakku semakin membesar namun dengan isi yang semakin sedikit. Yah sepertinya itu juga efek karena aku tidak pernah belajar -_-

Tapi dari semua itu, hal yang paling membuatku sedih adalah “aku kupu-kupu, pemalas dan deadliner. Tapi mengapa aku tidak punya banyak waktu untuk orang-orang tersayang disekitarku?” yah kuakui aku juga kurang membantu di rumah, aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri. Namun sesungguhnya hal itu didasari karna aku malas dan (masih) sakit hati dengan suatu kejadian yang membuatku sangat-sangat marah dan kecewa di rumah. Sebut saja (dulu) aku pemaaf, tapi sekarang aku suka marah-marah. “sabar luk” “jangan suka marah-marah” sepertinya kata-kata itu benar dan 2017 haruslah membuatku lebih sabar dan lebih berbakti di rumah. Aigo, maafkan aku ayah, maafkan aku ibu.......

Well hal keempat, evaluasi keuangan. Aku masih saja boros dan menghabiskan uang untuk hal yang tidak berguna. Okay aku harus benar-benar bisa menabung di tahun 2017 dan bisa berhemat.

Hal kelima, evaluasi pertemanan. Sampai detik ini aku merasa belum memiliki sahabat dekat di kampus. Mungkin memang karna aku belum menemukan pribadi yang cocok dengan aku. Tapi teman-teman yang lain sangat baik dan peduli walaupun tidak berteman dekat. Jadi, baik-baik saja sih. Kedepannya mungkin aku harus lebih terbuka dan tidak mengecewakan dalam tugas kelompok wkwk

Terakhir, evaluasi dengan ‘si dia’. Ah yang ini mah harus dibahas sendiri, seperti kata dia “tidak semua hal harus dishare to public”. Jadi kuanggap evaluasi tentang ini sudah beres J

Baiklah, evaluasi 2016 dan beberapa target 2017 sudah terencana, semoga bisa istiqomah. Bismillah, i hope i can be better and better than last year. See ya!