being twenty

Di tahun 2017 ini, usiaku menginjak angka 2. Alhamdulillah, umur yang seharusnya sangat disyukuri karena telah diberikan panjang umur. Menjadi seorang individu dengan usia kepala 2 bukanlah hal yang cukup mudah. Sebab beban dan tanggung jawab yang ada di depan mata juga lebih berat. Banyak tugas yang harus diselesaikan, tuntutan ini itu dan hal lainnya yang menuntun untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Luluk yang kata orang identik dengan childishnya, baik suaranya yang cempreng maupun pemikirannya, sepertinya harus benar-benar merubah diri. Yang dulunya suka main kesana kemari, menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting, kini harus lebih serius menata diri untuk masa depan. Belajar mengolah suara, sepertinya hal yang penting juga untukku. (Terima kasih yang kemarin mendoakan “semoga suaranya semakin ngebass” wkwk) Dan belajar untuk lebih mengenal dan memahami orang lain, agar tidak terlalu polos dan mudah dibodohi atau dimanfaatkan (waduh)

Di usia 20 ini pun juga menurutku pacaran untuk sekedar main-main juga hal yang kurang bermanfaat, and also wasting time. Usia 20 baiknya mulai menyibukkan diri untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. Lebih produktif, menambah jaringan teman, mengumpulkan banyak pengalaman dan prestasi, yang intinya mulai mencicil tahap meniti karir.

Ada yang bilang, “Age is just a number”. Benar, umur itu memang cuma angka. Hal terpenting adalah bagaimana kematangan dan kedewasaan kita menyiapkan diri untuk masa depan yang sebentar lagi datang. Ada yang bilang juga, usia ini bukan lagi saatnya “mencari jati diri” seperti masa remaja, tapi mulai menemukan dan menapaki jati diri itu. Entahlah, mungkin aku yang belum sadar bahwa jati diriku sudah mulai tertanam ataukah memang aku masih mencarinya. Yang terpenting saat ini adalah, be a good person to help each other. Entah jika usaha itu akan dihargai ataupun malah dicaci “baik karena blablabla”, just keep doing a good thing for them. Be kind! 😊


Mungkin di usia sebelumnya banyak hal yang mengecewakan untukku, terutama masalah sensitif yang menyangkut hati dan perasaan. Ah, sudahlah anggap aja itu cinta monyet. Wkwk. Setidaknya, aku banyak mendapat pelajaran berharga dari pengalaman-pengalaman pahit itu dan menjadi bekal hidup kedepannya. Aku mungkin kehilangan seseorang yang berharga, tapi Allah menukarnya dengan banyak teman baru yang selalu mendukung dan membantu luluk untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Aku meyakini kalimat yang akhir-akhir ini menjadi trending quote, “pasangan yang diberikan Allah nantinya akan mencerminkan dirimu. Jika kamu baik, maka pasanganmu juga akan baik. Sebaliknya jika kamu buruk, maka pasanganmu juga akan buruk”. Jadi, tidak perlu khawatir dan tergesa-gesa mencari ‘seseorang’ itu. Lagipula, masih seumur jagung juga kan. Tetap memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik 😊



Terima kasih banyak yang kemarin sudah memberikan ucapan, doa bahkan kado. Luluk sangat terharu :') mungkin aku ngga bisa bales semua kebaikan kalian, tapi Allah yang akan membalasnya. Semoga kalian ngga pernah kapok berteman dengan luluk ya! 😊


Ps:
Dari seseorang yang paling luluk sayangi
salah satu kado yang sangat memberikan pencerahan buat luluk :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar