ECOBRICK - solusi sederhana mengatasi sampah kantong plastik

Pada tanggal 20 Januari 2018 kemarin, Luluk bersama beberapa teman lainnya mengikuti acara workshop pengolahan sampah yang merupakan salah satu rangkaian acara dari pameran makanan vegan di Grand City Surabaya. Acara ini dihadiri oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan, juga komunitas nol sampah sebagai narasumber. Nah, penasaran bukan mengenai apa yang kami dapat dari workshop keren ini? Berikut liputannya




Ecobrick merupakan sebuah modul dari botol plastik yang berisi kantong plastik padat didalamnya. Ecobrick adalah salah satu solusi mengatasi sampah kantong plastik yang menumpuk di rumah. Kita sendiri dapat melakukannya dengan mudah sebab yang dibutuhkan untuk membuatnya hanya bahan-bahan berikut ini.

Botol Plastik
Gunting
Lem
Tusuk Bambu
Sampah Halus (kantong plastik)
Sampah Kasar (Sisa bungkus makanan ringan)

Nah setelah semua bahan telah siap, mari kita mulai langkah pertama dengan menggunting sampah halus sekecil mungkin. Sebab lapisan pertama yang dimasukkan ke dalam botol adalah sampah halus yang nantinya dapat membuat lapisan terbawah menjadi padat. Nah disarankan agar ketika modul ecobrick disatukan dapat terlihat bagus, maka sebaiknya lapisan ini terdiri dari sampah halus yang berwarna sama. Setelah menggunting, masukkan potongan sampah tersebut dengan mendorongnya hingga lapisan terbawah menjadi padat. Tentu saja dengan bantuan tusuk bambu



Setelah lapisan terbawah benar-benar padat, mari kita membuat lapisan berikutnya. Nah kali ini kalian dapat menggunakan sampah kasar. Yaitu sampah-sampah dari bungkus makanan ringan. Sama seperti sebelumnya, sampah plastik ini harus dipotong menjadi bagian kecil-kecil agar dapat masuk ke dalam botol dan memenuhi ruang botol dengan padat. Masukkan potongan tersebut, dorong dengan tusuk bambu hingga lapisan menjadi padat.



Kemudian ulangi langkah sebelumnya. Jadi sebenarnya modul ecobrick ini terdiri atas lapisan sampah halus-kasar-halus-kasar-dan seterusnya. Mudah bukan?



Ketika botol telah penuh sesak dan padat, kini botol siap untuk ditutup. Nah kira-kira tiap modul ecobrick memiliki berat antara 300-500 gram. Dimana jika kita memasukkan sampah bungkus mie instant, dapat menampung 300 bungkus didalamnya hingga botol penuh dan padat.
Nah karena ini adalah sebuah modul, tentu dibutuhkan 'teman-teman' lainnya agar dapat difungsikan menjadi suatu barang jadi. Botol-botol ecobrick ini disatukan dengan menggunakan lem yang kuat. Nah setelah itu dapat digunakan dan dikembangkan menjadi barang dengan fungsi yang macam-macam. Dapat menjadi meja, kursi, bahkan panggung.

sumber :
http://publikjurnalistik.org/wp-content/uploads/2017/04/picsart_04-05-05.46.24.jpg

sumber:
https://pbs.twimg.com/media/C7UznHaVsAAaITy.jpg

Keren, bukan? Solusi praktis, mudah dan sederhana yang dapat kita lakukan di rumah.
Nah, mari kita coba solusi ini di rumah sebagai bentuk partisipasi kita untuk turut menjaga bumi dengan melakukan aksi ini sebagai salah satu wujud dari 3R!
Salam lestari!


2017

Tidak terasa setahun telah berjalan. Dan wah, cepat sekali ya! Mengingat hal apa saja yang terjadi di tahun ini, rasanya menggelikan. Karena banyak sekali hal terjadi di tahun ini. Rasanya seperti nano-nano, manis asam asin. Tidak lagi sehambar tahun lalu yang jauh berbeda dibandingkan tahun ini.

Jika diingat kembali, rasanya ada 1 langkah besar yang membawa banyak perubahan dalam langkahku tahun ini. Di akhir tahun 2016, aku memutuskan untuk kembali bergabung di suatu kepanitiaan big event nasional. Mungkin semuanya berawal dari situ. Ya, big thanks to my best friend Gopi yang merayuku untuk gabung lagi. Lantas ada apa dengan keputusanku itu?

Ternyata menjadi panitia disitu, memberiku banyak pengalaman baru. Membuat MoU, menulis LPJ, lobby-ing pihak sponsor, dsb. Dan juga membuatku dekat dengan teman-teman baru. Aku menemukan keluarga baru disitu. Dan salah satunya menginspirasiku untuk bergabung dengan suatu komunitas sosial di daerah dolly. Aku pun melangkahi zona nyamanku. Ya, aku memberanikan diri untuk mendaftar menjadi relawan pengajar ketika komunitas ini sedang open recruitmen. Aku ingat betul awalnya aku tidak tertarik karena tempatnya jauh dari rumah. Entah mengapa akhirnya aku tetap mendaftar, dan datang pada saat sesi wawancara. Dan jeng jeng jeng, ternyata aku diterima menjadi salah satu dari 6 orang relawan baru. Sejak saat itulah banyak kejadian baru yang kualami. Aku mendapat lebih banyak kenalan baru, dan tentunya keluarga baru. Menyempatkan membantu adik-adik belajar tiap weekend sore. Bagaimana rasanya? Ternyata itu menyenangkan sekali! Bahagia rasanya melihat mereka senang belajar dan tertawa dengan mereka. Rasanya tidak akan cukup jika cerita di dolly diceritakan detail disini. Intinya aku menemukan passion dan minatku disini. Sosial. Ternyata aku nyaman berada di lingkungan sosial dan alam sadarku (wetseh gaya bet) merasa terpanggil untuk mereka :))

Dari keluarga kepanitiaan itu, juga keluarga relawan komunitas sosial ini, mereka banyak memberi pengaruh positif. termasuk salah satunya membukakan pikiranku bahwa, pacaran itu dosa. Dengan banyak pertimbangan dan alasan lainnya, akhirnya di tahun ini aku memutuskan untuk stop berpacaran. hehe. yah pasti semuanya sudah pada tahu toh apa yang terjadi sebelum keputusan itu benar-benar bulat. merasakan pahit, jatuh tersungkur, kehilangan keceriaan, banyak sekali hal terjadi setelahnya. tapi kemudian aku sadar, bahwa ternyata keputusanku tepat ketika aku melihat itu dari sudut pandang yang lain. Dan aku tidak menyesalinya sedikit pun. aku bersyukur atas langkah besar yang sudah kuputuskan. No need to be sad. Karena semua sahabat dan teman-teman baru yang kumiliki membantuku bangkit dari kesedihan dan menyemangatiku. Yup, akhirnya bangkitlah seorang luluk dengan keceriaan yang baru :)) 

Setelah itu, entah bagaimana aku juga mendaftarkan diri di suatu komunitas yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan. Memberanikan diri mendaftar, mencoba hal baru di komunitas yang benar-benar seorang diri berada disitu. Tidak ada kenalan, tidak ada teman, tapi tidak masalah. Karena pada akhirnya melalui komunitas ini, aku memiliki kenalan baru (lagi), termasuk banyak teman-teman baru yang berasal dari unesa. Pengalaman pertama yang diberikan komunitas ini bagiku adalah menanam mangrove. Karena sebelumnya aku tidak pernah melakukan ini selama 19 tahun hidup :)) Dan juga menjadi 'speaker' dadakan saat mewakili menjadi delegasi komunitas di acara IMTLI Region Jawa Timur bulan Oktober kemarin. entah aku ngomong apa aja ya waktu itu wkwk kalian bisa membaca ceritanya di beberapa post sebelum ini.

Well setelah itu aku mencoba untuk mengikuti cleo hotel ambassador. Atas ajakan tyo, akhirnya kita menjadi partner dalam seleksi tersebut. Sungguh di luar ekspektasi bahwa kita terpilih menjadi finalis. Mengikuti serangkaian coaching class nya yang membawa ketertarikanku pada bidang bisnis. Mendapat banyak teman baru, pengalaman baru, dan cerita baru. Aku ingat betul, salah satu cerita hebat yang benar-benar memotivasiku adalah cerita hidup Bapak Tanoko, seorang enterpreneur yang sangat hebat dan menginspirasi. Walaupun pada akhirnya kami tidak melanjutkan tahap akhir dari serangkaian seleksinya, tapi kami tetap senang :)

Oh ya ada satu titik dimana aku merasa dikhianati oleh seseorang (ini bukan penghianatan cinta).
entah bagaimana, aku merasakan sakit hati setelah berusaha untuk melakukan apa yang seharusnya seorang teman lakukan ketika temannya sedang kesusahan (ini mbulet ya bahasanya). aku merasa, cuma dimanfaatkan disini. apalagi dengan pendapat yang dilontarkan di belakangku, "ternyata luluk baik cuma karna -tiiiiit-". jujur, itu juga membuatku kecewa berat. rasa-rasanya aku sudah berusaha membantunya dalam banyak hal, tapi ternyata hmmm dari situ aku mulai lebih berhati-hati dalam berteman.

Selanjutnya, aku mencoba bergabung dengan tim ppt catering dolly. Salah satu project yang dilakukan dari komunitas sosial (tempatku bergabung) saat Ramadhan. Dan entah mengapa aku memilih menjadi tim distribusi yang ternyata isinya mas-mas semua :)) Sebenarnya agak sedih karena mengorbankan banyak waktu berbuka puasa bersama ayah ibuk di rumah. Tapi karena sudah terlanjur, jadi harus tetap komitmen melaksanakan apa yang sudah diputuskan sebelumnya dong. Akhirnya, hampir setiap sore riweuh mengantarkan orderan catering. Ikut deg-deg an tegang dikejar waktu buka puasa, kena semprot orang, mengangkut 200 es teh sekaligus, sampai mengatasi belasan es yang bocor dengan jas hujan. lol. entahlah apakah aku senang atau tidak, tapi pastinya ini merupakan pengalaman pertamaku merasakan menjadi orang catering. yang ternyata itu tidak mudah :)) nah dari sini aku juga mendapat teman dekat baru. aku ingat sekali apa yang dia bilang, "kamu jangan cuma aktif di komunitas ini aja. kamu gaakan maju kalo cuma disini aja. kamu harus nyoba yang lain juga. kayak bem, hima, dan organisasi lain." thanks atas sarannya!

Kemudian aku jatuh lagi dalam keterpurukan. wqwq kalo ini aku mengakuinya karna aku jatuh dalam kesedihan patah hati. lol. sulit dideskripsikan, intinya saat itu aku benar-benar merasakan sedih dan kecewa berat. tapi ketika diingat lagi, ternyata aku cukup kuat melewati 2 minggu penuh kesedihan itu. dan aku bisa bangkit lagi! alhamdulillah. bahkan senyumku lebih merekah lebar setelah mengalami kejadian itu. sahabat-sahabatku tetap setia menemani dan menyemangatiku. dari situ aku lebih dan lebih berhati-hati lagi dalam mengenal seseorang yang baru (lawan jenis). dan belajar untuk lebih mengontrol hati-pikiran-perasaan. menurutku itu adalah titik dimana Allah mengingatkanku untuk kembali lebih dekat ke jalannya. perubahan besar dalam hidupku adalah, bagaimana aku lebih menjaga diri setelah kejadian ini. berhati-hati dalam bersikap, menjaga pandangan, menjaga perasaan, dengan kata lain berusaha untuk memperbaiki diri agar menjadi orang yang lebih alim dan lebih baik dahulu daripada pusing memikirkan cinta-cintaan. Ada yang jauh lebih penting untuk dicintai terlebih dahulu dibandingkan mencintai seseorang :)) Menyesal atas kejadian ini? Tentu tidak. Aku bersyukur, kejadian ini membawa perubahan besar dalam diriku dan membawaku untuk lebih dekat kepada Allah.

Pernah terbayang nggak, kalau suatu ketukan jempol juga bisa membawa perubahan besar dalam hidup? I believe it. Ketika salah satu teman relawan di komunitas sosial share sesuatu di timeline Line, ternyata share tersebut membuatku melangkahkan 'kaki' lebih jauh. Tidak lama setelah kejadian terpuruk itu, aku mendaftarkan diri untuk mengikuti suatu kegiatan sosial di provinsi sebelah. Mencoba hal baru, menemukan pengalaman baru. Kalian bisa baca di post #1 tentang kegiatan tersebut. Dan ternyata setelah mengikutinya, banyak hal baik yang kudapatkan. Lebih sayang uang, tidak lagi hedon, lebih menghargai orang, hidup dengan sederhana, dll. Selain kenalan baru, cerita-cerita baru dari mereka, aku juga mendapat satu teman baru yang ternyata pertemanan kita tetap berlanjut seusai acara itu. apakah bisa disebut teman dekat? mungkin iya, karena sejauh ini beberapa hal pribadi aku ceritakan kepadanya. seseorang yang selalu mengingatkan untuk terus berbuat baik, yang banyak membantuku akhir-akhir ini, termasuk merubah pola pikirku untuk lebih open-minded. ohya pengalaman baru juga dari berteman dengannya, ke trawas. naik motor. malem-malem. gapake jaket. wkwk. gilak. seru tapi medeni. thanks anyway :)) semoga aku tidak salah lagi memilih teman baru yang bisa dipercaya. tenang saudara-saudara, aku akan lebih berhati-hati lagi kok wkwk

oh iya, ternyata mengikuti kegiatan seperti itu cukup nagih. dan aku mencoba-coba untuk mendaftarkan diri lagi di beberapa kegiatan berskala nasional. dan salah satunya yang kemarin kuikuti adalah IYDCamp. Kalian bisa baca ceritaku selama mengikuti kegiatan itu di post #2. Lagi-lagi, kegiatan itu juga membawaku pada perubahan. Senang rasanya mendapat kesempatan mengikuti acara ini. Teman baru (lagi), kenalan baru (lagi), cerita baru (lagi) dan tentunya ilmu baru yang sangat bermanfaat. 

Dan ternyata tulisanku ini sudah panjang sekali, ya? wkwk aku baru sadar. Yah singkat ceritanya itu adalah hal-hal besar yang terjadi selama di tahun 2017. Ada juga hal-hal kecil yang juga membawa pengaruh besar di cerita 2017, but i'll keep it for my self only :)

"Lihat aja, mereka yang pernah menolakku akan menyesalinya" | "Oke aku bisa lebih hebat dari ini. Aku akan buktikan bahwa aku akan menjadi sosok yang baru dengan pribadi yang jauh lebih baik". Itu adalah semangat kebangkitanku setelah mengalami keterpurukan. Mau patah hati, ditolak mendaftar himpunan, disakiti teman, dan hal-hal sedih lainnya. Mungkin itu adalah caraku untuk balas dendam. Tapi ternyata hal itu justru bagus untukku. Karena mendorongku untuk bangkit kembali dengan semangat yang lebih membara dan lebih melesat jauh kedepan.

Apapun yang telah terjadi, aku tidak pernah menyesalinya. Manis Pahit dalam hidup itu wajar. Dan memang seharusnya itu yang kita rasakan. Memberikan banyak pengalaman dan pelajaran hidup. I do believe in "Everything happens for a reason". Termasuk ketika aku dipertemukan dengan orang-orang baru. Entah mereka akan pergi atau tetap stay, mereka pasti memberikan sesuatu dalam kisah hidup kita.

2017 was so lit! Pelajaran hidup yang didapat di tahun ini, semoga akan menjadikanku lebih baik di tahun 2018. Happy new year everyone! :)