Terjebak di Dalam Goa


Sudah sejauh ini, tapi ingin mundur perlahan
Sudah sejauh ini, tapi takut untuk maju melangkah ke depan
Sudah sejauh ini, tapi tiba-tiba tidak tahu harus bagaimana
Dan akhirnya terjebak dalam situasi yang penuh dengan tanda tanya
Setitik cahaya untuk menerangi jalan ini pun tidak ada
Gelap, hanya itu yang terlihat oleh mata
Satu-satunya yang dapat diandalkan hanyalah kedua tangan
Meraba-raba sekeliling dengan penuh keraguan
Apakah diri ini sedang melangkah ke jalan yang benar?
Oh betapa susahnya seorang diri berusaha mencari jalan keluar
Terkadang mengumpat diri sendiri
Namun lebih sering memanggil nama Sang Ilahi
Tuhan, tolonglah hambaMu ini yang terlanjur memasuki goa seorang diri
Tanpa memperhitungkan apa yang akan terjadi nanti
Aku tau aku harus terus bergerak bagaimanapun situasinya
Tetap mengikuti kemana goa ini membawaku
Mungkin hanya itu pilihanku
Entah apakah kematian sedang menungguku di ujung sana
Ataukah kebahagiaan yang akan datang menyapa
Satu hal yang kuyakini adalah
Tetap pasrahkan semuanya kepada Sang Maha Kuasa
Sebab terjebak dalam goa ini adalah skenario terbaikNya

apresiasi untuk sahabat luluk :))

Luluk adalah si bungsu dari 3 bersaudara, Lilik - Laili - Luluk.
Seorang mahasiswi (yang sepertinya salah jurusan) Arsitektur, 2015.
Setiap harinya jarang dirumah, pulang sore bahkan tengah malam.
Menyibukkan diri di luar, tidak bisa diam jika hanya stay di rumah.
Pergi, kemana saja, asal di luar rumah, bertemu dengan banyak orang, atmosfer keramaian.
Memiliki banyak kucing, datang dan pergi (karena mati) begitu saja.
Ada Pucilila-Kumilia-Milo-Bre-Bonti-Yumi.
Sahabat Luluk di rumah, pendengar setia segala keluh kesah.


Selain kucing meong, pendengar setia, sahabat Luluk sesungguhnya adalah Anda dan Fanada.
Sahabat dari SMA, dengan kerecehan yang sama, menyambung gitu aja.
Dari mulai masalah akademik, keluarga, pertemanan, sampai masalah cinta pasti mereka selalu tau setiap detailnya.
anda-fanada-luluk

Di arsi juga tidak banyak teman yang dekat dengan Luluk, hanya Pingi Acha Sulis dan Tyo, Linggar.

acha-luluk-pingi
luluk-sulis
acha-sulis-luluk
tyo-luluk

Tapi ada teman-teman CS, mba mas yang sudah seperti saudara.
Mba aza (Gopi), Mba Intan, Mas Rizha, Mas Fais, Mas Gio.
Teman-teman terbawel, tapi tersayang.
Susah sekali untuk berkumpul bersama, karena lintas angkatan jurusan bahkan kampus yang berbeda.
Dan jangan lupa dengan agenda penuh wacananya.

rizha-luluk-fais-gopi-gio
(heu kumus-kumus bgt yak)

luluk-fais-gopi-gio
fais-luluk-rizha
gopi-intan-luluk

Beberapa sahabat lainnya, WombetFikri si bocah bus mania dan Wicek.
Teman SMA, yang kerap kali jadi konsultan Luluk untuk masalah tertentu.
Berada nan jauh disana, selalu mau direpotkan jika Luluk sedang dalam kesusahan.

fikri-wombet-luluk
(ini efek kamera kali ya kok aneh gitu)

Dan juga Vivi Vidya Hara, teman FBI terkocak. Bertemu hanya sekali dalam setahun padahal kita berada di satu kota yang sama.

luluk-hara-vidya-vivi
Jangan lupa dengan teman SMP.
Sahabat pertama Luluk, tapi entah sekarang sudah tidak sedekat dulu.
Kuharap kita masih menjadi sahabat. Aini Diva Defie.

luluk-aini-diva-defie

Satu lagi.
Partner ngajar sejak beberapa bulan lalu hingga sekarang, Fuad. dan juga Wikan Iben.


iben-luluk-wikan-fuad

luluk-fuad-wikan

Siapa bilang jomblo selalu ngenes? Bagi Luluk ngga sih.
Sahabat selalu ada, siap menemani, mendengarkan, menasehati bahkan menghujat wkwk
Aih, aku terharu memiliki sahabat seperti mereka
They are so precious for me
Entah bagaimana aku bisa menghadapi berbagai masalah tanpa dukungan dan semangat dari mereka.
Terima kasih telah menjadi sahabat Luluk!



-tulisan yang terinspirasi dari Gopi-
(sama, karena sedang butuh semangat dari orang-orang terdekat)