unnamed

"Aku setelah lulus nanti mau ngapain?"

ehe.
ternyata semakin hari, pertanyaan itu semakin gentayangan di pikiran saya
saya tau, bahwa jurusan yang saya ambil ini, ternyata kurang membuat saya enjoy
tapi saya tahu bahwa "sudah basah, sekalian aja menyelam"
jadi walaupun saya merasa salah jurusan, dimana keinginan untuk mengambil profesi yang linear dengan program studi saya saat ini bahkan kecil kemungkinannya, saya tetap berusaha survive menjalaninya. Target saya adalah, lulus. tepat waktu juga. Amin.

Namun kemudian saya mulai berpikir lagi, setelah lulus dengan gelar tersebut, saya mau apa?
karna kecil kemungkinannya, jadi kuliah S2 atau mengambil keprofesian sepertinya skip saja.
tapi kemarin, sempat terpikir juga "bagaimana kalau saya bekerja untuk masyarakat saja?"
dengan menjadi pegawai di pemerintahan misalnya
namun masih tidak jauh menyimpang dari program studi saya
menjadi pegawai p.u misalnya, atau di dinas pertamanan
atau instansi yang terkait dengan lingkungan hidup.
well
oke saya memang tertarik dengan dunia hewan, sempat ingin mengambil veterinary di luar negeri
entah memulai S1 lagi atau D3, tidak masalah sih
Yang penting belajar dan mendalami ilmu dalam bidang tersebut
Ada beberapa kampus yang saya targetkan.
Dan katanya memang bagus sih
Tapi...
ketika si ucil kucing saya di kateter saja, saya sudah ngeri melihatnya
Dan melihat bayi kucing bersama dengan ari-arinya, saya benar-benar tidak tega
Kembali lagi muncul pertanyaan
"yakin mau jadi tenaga medis hewan? berani?"
ehe yak keberanian dan keteguhan tekad saya mulai diuji
baiklah mungkin itu rencana A
kemudian rencana berikutnya adalah, mengikuti keinginan dan impian sejak dulu
sebenarnya sederhana kok
ingin memiliki toko kue, dengan produk handmade by me
so far tidak ada kendala yang berarti untuk mewujudkan itu
hanya banyak pr yang harus dilakukan
seperti meluangkan waktu untuk melakukan trial and error
belajar ke chef
dan belajar tentang manajerial, marketing dan hal lainnya
sempat terlintas, apa saya sebaiknya melanjutkan pendidikan manajemen ya?
karena bagaimanapun saya butuh ilmu ini
mengingat ada pr besar juga di rumah seputar pekerjaan marketing
tapi tapi... itu hanya plan B
kemudian saya juga menimbang waktu yang akan datang
apakah saya akan tetap berada di rumah dengan kakak-kakak yang ada nan jauh disana?
ataukah saya juga out dari rumah?
lalu bagaimana kelanjutan kehidupan disini?
siapakah yang akan melanjutkan cerita?
yah, itu kerap kali membuat saya bingung dan sedih
parahnya, itu yang membuat saya tidak berani menuliskan cita-cita.
literally complicated
oke skip.
lalu saya juga berpikir, bagaimana jika saya menjadi guru saja seperti ibunda?
yang bekerja mengikuti jam belajar murid sekolah
mendapat libur ketika memang hari libur sekolah
setiap hari berinteraksi dengan anak-anak
dan hal-hal menyenangkan lainnya yang saya bayangkan
tapi, apakah saya yakin?
hmm atau menjadi penulis?
sepertinya juga asik dan sejak dahulu saya tertarik di bidang jurnalistik
hehe tapi kerap kali saya mengalami mind block
dan saya juga tidak kreatif
wah kok jadi bingung ya
sama sih, sama-sama bingung
jadi saya pun juga tidak tahu apa kesimpulan tulisan saya ini
anggap saja ini hanyalah tulisan dari jari-jariku yang ingin menari di atas keyboard
mungkin saya harus banyak membaca lagi
lebih membuka pikiran dan wawasan terhadap dunia dan perkembangannya
mencari peluang dan mengisi kesempatan
baiklah, setidaknya kini saya memutuskan untuk memberikan deadline bagi diri saya
bahwa sebelum 2018, life mapping saya harus benar-benar fix terencana dengan sungguh-sungguh
dan untuk saat ini, brain storming sambil melihat banyak sisi, mencoba ini itu dan menggali passion.
semoga.

apresiasi untuk sahabat luluk :))

Luluk adalah si bungsu dari 3 bersaudara, Lilik - Laili - Luluk.
Seorang mahasiswi (yang sepertinya salah jurusan) Arsitektur, 2015.
Setiap harinya jarang dirumah, pulang sore bahkan tengah malam.
Menyibukkan diri di luar, tidak bisa diam jika hanya stay di rumah.
Pergi, kemana saja, asal di luar rumah, bertemu dengan banyak orang, atmosfer keramaian.
Memiliki banyak kucing, datang dan pergi (karena mati) begitu saja.
Ada Pucilila-Kumilia-Milo-Bre-Bonti-Yumi.
Sahabat Luluk di rumah, pendengar setia segala keluh kesah.


Selain kucing meong, pendengar setia, sahabat Luluk sesungguhnya adalah Anda dan Fanada.
Sahabat dari SMA, dengan kerecehan yang sama, menyambung gitu aja.
Dari mulai masalah akademik, keluarga, pertemanan, sampai masalah cinta pasti mereka selalu tau setiap detailnya.
anda-fanada-luluk

Di arsi juga tidak banyak teman yang dekat dengan Luluk, hanya Pingi Acha Sulis dan Tyo, Linggar.

acha-luluk-pingi
luluk-sulis
acha-sulis-luluk
tyo-luluk

Tapi ada teman-teman CS, mba mas yang sudah seperti saudara.
Mba aza (Gopi), Mba Intan, Mas Rizha, Mas Fais, Mas Gio.
Teman-teman terbawel, tapi tersayang.
Susah sekali untuk berkumpul bersama, karena lintas angkatan jurusan bahkan kampus yang berbeda.
Dan jangan lupa dengan agenda penuh wacananya.

rizha-luluk-fais-gopi-gio
(heu kumus-kumus bgt yak)

luluk-fais-gopi-gio
fais-luluk-rizha
gopi-intan-luluk

Beberapa sahabat lainnya, WombetFikri si bocah bus mania dan Wicek.
Teman SMA, yang kerap kali jadi konsultan Luluk untuk masalah tertentu.
Berada nan jauh disana, selalu mau direpotkan jika Luluk sedang dalam kesusahan.

fikri-wombet-luluk
(ini efek kamera kali ya kok aneh gitu)

Dan juga Vivi Vidya Hara, teman FBI terkocak. Bertemu hanya sekali dalam setahun padahal kita berada di satu kota yang sama.

luluk-hara-vidya-vivi
Jangan lupa dengan teman SMP.
Sahabat pertama Luluk, tapi entah sekarang sudah tidak sedekat dulu.
Kuharap kita masih menjadi sahabat. Aini Diva Defie.

luluk-aini-diva-defie

Satu lagi.
Partner ngajar sejak beberapa bulan lalu hingga sekarang, Fuad. dan juga Wikan Iben.


iben-luluk-wikan-fuad

luluk-fuad-wikan

Siapa bilang jomblo selalu ngenes? Bagi Luluk ngga sih.
Sahabat selalu ada, siap menemani, mendengarkan, menasehati bahkan menghujat wkwk
Aih, aku terharu memiliki sahabat seperti mereka
They are so precious for me
Entah bagaimana aku bisa menghadapi berbagai masalah tanpa dukungan dan semangat dari mereka.
Terima kasih telah menjadi sahabat Luluk!



-tulisan yang terinspirasi dari Gopi-
(sama, karena sedang butuh semangat dari orang-orang terdekat)