heiho

beberapa bulan terakhir ini, saya dihadapkan pada banyak hal. termasuk tugas yang terus menuntut untuk diperhatikan. hingga membuat saya sering lupa waktu, lupa menengok teman, lupa bertanya kabar orang rumah, bahkan terkesan sibuk dengan dunia saya sendiri. induvidualis ckck
saya pun juga memungkiri bahwa di usia yang menginjak kepala 2 ini, perlahan saya mulai menemukan jati diri saya. hal apa yang saya sukai, dimana saya bisa mendapatkan kenyamanan, impian apa yang ingin saya wujudkan bahkan goresan life-plan saya mulai saya lukis sedikit demi sedikit.

saya mengakui bahwa memang saya kurang memiliki passion di bidang yang saya tekuni di perkuliahan ini, namun saya juga tidak ingin membuang waktu 4 tahun saya untuk mempelajari hal yang sia-sia. setidaknya ilmu yang saya dapatkan disini kelak dapat saya bagi kepada orang-orang di sekitar saya. entah apakah nanti saya akan bekerja di bidang ini, who knows.
namun yang pasti, saya telah menuliskan 2 cita-cita saya setelah lulus kelak. salah satunya adalah menjadi entrepreneur. berbisnis di rumah sepertinya asik, tidak harus terikat dengan beragam aturan dan juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. jika ditanya cita-cita saya ingin berbisnis apa, jawabannya banyak. hanya saja untuk saat ini saya masih perlu banyak belajar untuk mempersiapkan hal itu kelak di beberapa tahun mendatang.

mungkin ini sedikit evaluasi bagi diri saya sendiri, bahwa saya rasa diri ini banyak mengalami perubahan. orientasi saya yang semula A, kini sedikit demi sedikit berbelok menjadi B. saya yang dulunya begitu, kini berubah jadi begini. bagaimana pola pikir saya sekarang pun juga turut berubah. banyak sekali hal yang berubah dalam 6 bulan terakhir ini. bagaimana lingkungan mengubah saya, itu adalah hal yang tidak dapat dihindari. rasanya saya perlu banyak bersyukur karena saya dipertemukan dengan orang-orang baik dan memberikan banyak dampak positif kepada saya.
bahkan baru di tahun ketiga ini pun saya baru saja menemukan sahabat yang cocok dengan saya di bangku perkuliahan.

dan entah mengapa, pikiran saya juga mulai banyak tak sejalan dengan orang-orang yang dulunya sejalanpikiran. merasa memiliki banyak missed dalam cara pandang kita terhadap sesuatu. dan entah mengapa juga, saya merasa gaya hidup saya sangat berubah drastis dari tahun lalu. bagaimana saya merespon orang, bagaimana saya bersikap, bagaimana saya menghadapi suatu konflik dan bagaimana saya bercermin melihat diri sendiri. entah apakah ada yang salah atau bagaimana, saya rasa saya sudah mengalami banyak perubahan

di usia ini saya mulai menyadari bahwa tiap orang kini memiliki kesibukan dan prioritas masing-masing. teman yang dulunya sering saya ajak main, entah sekedar makan atau ngobrol, kini sangat susah untuk ditemui. tapi saya sadar bahwa di usia ini kita semua sama-sama sedang berjuang mempersiapkan diri di masa depan. orientasi kita tak lagi sama, mulai berjalan dalam langkahnya sendiri-sendiri. disini saya belajar untuk memahami bahwa tidak semua orang dapat meluangkan waktunya dengan mudah hanya untuk sekedar bertemu. ada prioritas yang lebih penting bagi mereka masing-masing. kita tidak dapat memaksakan kehendak dan ego kita, cukup support dan doakan yang terbaik untuk mereka. itu yang diajarkan oleh salah satu teman saya.

somehow di usia ini saya merasa bahwa saya tidak setenang dulu. kontrol emosi saya masih sangat jauh dari kata cukup baik. saya masih kurang sabar, kurang menjaga perkataan, dan lebih banyak mengeluh. melihat bagaimana tingkat disiplin saya juga sangat sangat perlu untuk diperbaiki, mengingat saya masih suka menjadi deadliner dan sering terlambat bahkan suka menyepelekan waktu. saya rasa itu evaluasi yang menohok untuk saya, usia 20 tahun yang menurut saya masih gagal.

kemudian berbicara soal perasaan.... hm saya rasa cara pandang saya terhadap sebuah komitmen perasaan mulai bergeser. mungkin dulu saya memiliki perspektif yang berbeda dalam menjalani sebuah hubungan dengan seseorang, bahwa hubungan yang terlalu mengacu pada harapan durable bukanlah sesuatu yg baik. namun sekarang saya banyak belajar untuk memahami bahwa perasaan seseorang bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan maupun dituntut. oleh karena itu, ketika kita memiliki perasaan untuk orang lain, lebih baik kita menjaga perasaan itu dengan sebaik-baiknya dan mengusahakan yang terbaik, tanpa menaruh harapan apapun kepadanya. karena hanya Allah yang dapat mengatur jalan hidup ini, maka saya hanya dapat berdoa semoga Allah memberikan yang terbaik untuk saya dan dia. entah kita nanti akan menjadi seperti apa, yang terpenting kita telah berusaha memberikan yang terbaik satu sama lain. karena saya yakin bahwa seseorang yang datang dalam hidup saya, pasti akan memberikan sesuatu yang baik. hal yang sangat saya syukuri sampai detik ini adalah saya dipertemukan dengan orang seperti dia, yang mengajarkan banyak hal baik dan memberikan dampak positif bagi saya. darinya, saya pun juga belajar berbesar hati untuk memaafkan masa lalu seseorang dan mengakui bahwa tiap orang pasti pernah melewati masa yang kelam dan penuh dosa di masa lalu, namun tidak menutup kemungkinan bahwa masa depan masih memberikan kesempatan untuk diri ini berubah menjadi lebih baik. baiklah, saya mengakui hal itu. saya juga tidak sepenuhnya bersih bahkan dulunya jauh dari kata alim.
then, sebut saja 50% perubahan diri saya akhir-akhir ini adalah karena dia, karena dia sumber inspirasi saya. salah satu orang baik yang dikirimkan Allah sebagai jawaban atas doa saya, "dipertemukan dengan orang-orang baik". well, its nice to meet you mas :)
kita belajar berkomitmen untuk saling menjaga, tanpa menaruh harapan yang terlalu tinggi. menyikapi sesuatu secara dewasa dan tenang, serta berusaha menjaga pikiran dan perasaan dari sesuatu yang jelek. siapa sangka orang ini akan menjadi orang terdekat saya? dan siapa yang bisa mengira juga hubungan pertemanan kami akan bagaimana kelak? baiklah, mari kita serahkan saja semuanya kepada Allah :)

Terakhir, penutup yang manis berupa image visual dari mereka yang saya sebutkan diatas hehe



ECOBRICK - solusi sederhana mengatasi sampah kantong plastik

Pada tanggal 20 Januari 2018 kemarin, Luluk bersama beberapa teman lainnya mengikuti acara workshop pengolahan sampah yang merupakan salah satu rangkaian acara dari pameran makanan vegan di Grand City Surabaya. Acara ini dihadiri oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan, juga komunitas nol sampah sebagai narasumber. Nah, penasaran bukan mengenai apa yang kami dapat dari workshop keren ini? Berikut liputannya




Ecobrick merupakan sebuah modul dari botol plastik yang berisi kantong plastik padat didalamnya. Ecobrick adalah salah satu solusi mengatasi sampah kantong plastik yang menumpuk di rumah. Kita sendiri dapat melakukannya dengan mudah sebab yang dibutuhkan untuk membuatnya hanya bahan-bahan berikut ini.

Botol Plastik
Gunting
Lem
Tusuk Bambu
Sampah Halus (kantong plastik)
Sampah Kasar (Sisa bungkus makanan ringan)

Nah setelah semua bahan telah siap, mari kita mulai langkah pertama dengan menggunting sampah halus sekecil mungkin. Sebab lapisan pertama yang dimasukkan ke dalam botol adalah sampah halus yang nantinya dapat membuat lapisan terbawah menjadi padat. Nah disarankan agar ketika modul ecobrick disatukan dapat terlihat bagus, maka sebaiknya lapisan ini terdiri dari sampah halus yang berwarna sama. Setelah menggunting, masukkan potongan sampah tersebut dengan mendorongnya hingga lapisan terbawah menjadi padat. Tentu saja dengan bantuan tusuk bambu



Setelah lapisan terbawah benar-benar padat, mari kita membuat lapisan berikutnya. Nah kali ini kalian dapat menggunakan sampah kasar. Yaitu sampah-sampah dari bungkus makanan ringan. Sama seperti sebelumnya, sampah plastik ini harus dipotong menjadi bagian kecil-kecil agar dapat masuk ke dalam botol dan memenuhi ruang botol dengan padat. Masukkan potongan tersebut, dorong dengan tusuk bambu hingga lapisan menjadi padat.



Kemudian ulangi langkah sebelumnya. Jadi sebenarnya modul ecobrick ini terdiri atas lapisan sampah halus-kasar-halus-kasar-dan seterusnya. Mudah bukan?



Ketika botol telah penuh sesak dan padat, kini botol siap untuk ditutup. Nah kira-kira tiap modul ecobrick memiliki berat antara 300-500 gram. Dimana jika kita memasukkan sampah bungkus mie instant, dapat menampung 300 bungkus didalamnya hingga botol penuh dan padat.
Nah karena ini adalah sebuah modul, tentu dibutuhkan 'teman-teman' lainnya agar dapat difungsikan menjadi suatu barang jadi. Botol-botol ecobrick ini disatukan dengan menggunakan lem yang kuat. Nah setelah itu dapat digunakan dan dikembangkan menjadi barang dengan fungsi yang macam-macam. Dapat menjadi meja, kursi, bahkan panggung.

sumber :
http://publikjurnalistik.org/wp-content/uploads/2017/04/picsart_04-05-05.46.24.jpg

sumber:
https://pbs.twimg.com/media/C7UznHaVsAAaITy.jpg

Keren, bukan? Solusi praktis, mudah dan sederhana yang dapat kita lakukan di rumah.
Nah, mari kita coba solusi ini di rumah sebagai bentuk partisipasi kita untuk turut menjaga bumi dengan melakukan aksi ini sebagai salah satu wujud dari 3R!
Salam lestari!