Coretan Serangga (1)

source:
https://www.terminix.com/static-srvm/trmx/blog-images/caterpillar.jpg


hiduplah seekor ulat
bertumbuh besar dengan memakan dedaunan.
berpindah dari daun ke daun, mengisi perut keroncongan.
sampai ia kenyang, sampai ia bersiap untuk tidur panjang
terbesit pikiran, sebelum mata siap terpejam
"wah sepertinya daun terakhir yang kumakan adalah daun terlezat"
padahal, tiada pohon pun telah ia jelajahi
semasa hidupnya hanya bertumbuh diatas sebatang pohon
hanya naik dan turun
tergoyang angin
terjatuh ke ranting lainnya
rasa daun pohon itu pun sama
sampai ia hafal diluar kepala
hanya saja, kesan waktu yang membedakannya
"inilah hari terakhir makanku sebagai seekor ulat"
maka ia pun menikmatinya setiap cuilan daun itu
hingga habis, tak bersisa.
seperti hari pertamanya mencicipi daun pohonnya.
rasa yang tak terlupakan
rasa yang membekas untuk selamanya
dan kini ia pun siap untuk memulai fase barunya.


-to be continue-


#1

Seiring bertambahnya umur dan berdasarkan trial and error yang telah saya lakukan, saya akhirnya menyadari bahwa ternyata minat diri saya selalu tertarik di bidang sosial masyarakat. Entah apa alasannya, namun saya selalu senang melakukan apapun dalam lingkaran bidang itu. Dan mengawali kuliah saya di semester 5, saya mencoba mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh BEM KM UGM. Kegiatan tahunan yang telah diadakan selama 5 kali ini adalah rangkaian kegiatan belajar dan turun langsung mengabdi ke masyarakat desa selama 4 hari 3 malam di daerah lereng Merapi.

Di hari pertama setelah tiba di kota Jogja, kami berangkat menuju desa tersebut bersama-sama melalui 3 kloter bis. Setibanya disana, kegiatan kami diawali dengan acara pembukaan dan berkenalan dengan warga desa sekaligus malam pertama tinggal bersama housefam masing-masing. Saya mendapat rumah nomer 6, rumah Bapak Mugiwanto dan tinggal bersama dengan 5 orang lainnya. Jujur, ini adalah kali pertama saya tidur hanya dengan menggunakan selembar tikar di dinginnya suhu pegunungan, 15-20แต’ C. Rumah yang sangat sederhana namun penuh dengan kebahagiaan keluarga. Yup, ibu dan bapak rumah kami adalah sosok yang sangat baik dan ramah. Malamnya kami berkumpul di posyandu, untuk melakukan acara kumpul pertama dan pembagian kelompok. Mungkin angka 6 adalah keberuntungan saya selama 4 hari kemarin. Saya mendapat angka 6, nomer kelompok saya, yang mempertemukan saya dengan teman-teman hebat. Mas dan Mbak Menteri Sosmas dari berbagai kampus di Indonesia. Pembawaan diri mereka serius, dengan obrolan yang berbobot, entahlah saya sempat berpikir bahwa “ah, jika nanti kami harus unjuk bakat menampilkan sesuatu, pastilah jauh dari kata lucu dan menghibur”.


Keesokan harinya kami pergi ke masjid desa untuk melakukan sholat Ied bersama. Penduduk desa disini benar-benar ramah dan menyambut kami dengan hangat. Ada tradisi baru yang saya jumpai disini. Jika di daerah rumah saya biasanya para warga membawa nasi tumpeng porsi besar ke masjid untuk “liwetan” selepas sholat, di desa ini tiap rumah membawa 20-30 bungkus snack untuk dibagikan juga. Kemudian acara di hari kedua dilanjutkan dengan seminar menarik dari beberapa narasumber keren. Ohiya saya juga sempat ikut membuat kue dengan Ibu di rumah, ini adalah kali pertama saya belajar membungkus jenang. Ada yang tahu namanya ini apa? Coba tebak ๐Ÿ˜Š


Sore harinya, kami bermain dengan anak-anak di desa ini. Bersama dengan mereka, kami bermain bersama-sama sambil belajar. Saya mendapat bagian sebagai story teller, a little lady bug. Cukup malu dan bingung saat harus spontan berimprovisasi menceritakan kisah yang saya pun belum pernah tahu dan belum membacanya hingga habis. Setelah itu, kami kembali ke rumah masing-masing untuk bersih diri dan makan. Ketika sesi FGD di malam kedua, aih benar saja obrolan kelompok saya semakin berat. Tapi saya banyak mendapat ilmu dari pengalaman mereka. Jika kalian aktif mengikuti kegiatan sosial masyarakat mahasiswa, pastilah tahu siapa saja mereka ini. Cukup terkenal sebagai influencer dan motor penggerak kegiatan sosmas bem se-indonesia.



Di hari ketiga, setelah senam bermain HUA Champion, kami melakukan kegiatan Gebrak desa (aksi bersih-bersih) dan pemotongan hewan qurban. Dilanjutkan dengan seminar dan sharing session bersama mba nikita, bang dho dan bang fardhan yang tak lain adalah teman se-kelompok saya wkwk
Setelah kegiatan ‘serius dan berat’ terlewati, saatnya kami senang-senang unjuk bakat di pesta rakyat bersama penduduk desa. Jika kelompok lain sibuk latihan sejak sore, apalah kelompok saya yang pasrah dengan keadaan. Kami baru berlatih bersama untuk pertama kalinya, 30 menit sebelum naik ke atas panggung. Ternyata dugaan saya salah besar. Kelompok saya yang sangat serius ketika sesi FGD, justru sangat kocak ketika sesi seru-seru an seperti ini wkwk sempat merasa kasihan karena mereka dengan image keren-nya sebagai ‘petinggi’ di mata mahasiswa, runtuh seketika saat menari making melodies hasil ide saya haha maafkan luluk, gaes!





Di hari keempat, kami outbound bersama memperebutkan juara. 5 pos dengan game sederhana namun seru dan cukup membuat pusing. Di balik keseriusan sosok-sosok di kelompok saya, ternyata mereka juga memiliki sisi yang benar-benar kocak parah dan penuh ide gila. Walaupun hanya berhasil menjadi juara 2, tapi kelompok embek tetap senang wkwk



Sedihnya di hari keempat adalah saat sesi kemas-kemas dan perpisahan berpamitan pulang dengan bapak Ibu di rumah. Ah, cepat sekali waktu berlalu. Sempat menangis karena kami berpisah dengan Ibu dan Bapak yang super baik dan penyayang. Semoga di lain waktu bisa mengunjungi mereka lagi, aamiin.



Prosesi penutupan acara benar-benar membekas di hati. Membuat saya kembali bertanya, apa kontribusi saya selama ini? Sudah bermanfaatkah diri saya? Serta membuat berpikir bahwa ternyata masih banyak orang-orang yang baik dan peduli dengan masyarakat desa.

4 hari 3 malam yang begitu cepat, namun benar-benar memberikan pelajaran hidup bagi saya. Terima kasih untuk malam-malam indah kita, gengs! Dan 5 surat dari kalian, my housemates. Terima kasih untuk kelompok 6, kelompok ter-embek ter-memalukan wkwk Terima kasih untuk teman-teman semuanya, yang membuat saya tidak berkecil hati untuk terus semangat berkecimpung di bidang sosial kemasyarakatan ini. Terima kasih untuk wombet yang menemani nunggu kereta sampe tengah malem, keliling jakal gajelas, menjamuku di jogja dengan sangat baik wkwk terima kasih buat linggar yang bersedia jemput dan nebengin ke kampus. aku sangat bersyukur memiliki teman-teman terbaik seperti kalian ๐Ÿ˜Š
Dan terakhir, terima kasih untuk para panita super keren yang rela 2 kali lebih lelah demi menyiapkan acara ini. Semoga bisa berjumpa di lain waktu, teman-teman! Selamat berkontribusi di daerah masing-masing. 



"Suksesmu tidak diukur dari seberapa banyak uangmu,
namun dari seberapa banyak engkau meringankan beban orang lain,
ukurannya adalah manfaat."
"Jangan pernah lelah untuk berbuat kebaikan"

(mengutip dari beberapa sumber)

----------------------------------------------------------------------------------------------


btw
sebenarnya ini cuma iseng
aku pun juga ngga punya skill videography maupun edit video.
bisanya cuma movie maker pc atau imovie di ipad
wkwk cupu abis w
jadi yaudah ala kadarnnya ya :))
dan karna video di hari ketiga keempat kurang lengkap,
jadi menyusul aja deh sambil mengumpulkan potongan-potongan yang kurang
dan sembari belajar premiere
itupun kalo setelahnya ngga mager ngedit hehehe
at least, ini dokumentasi hari pertama dan kedua murni karya sendiri
pokoknya target bikin video bulan ini sudah terealisasi
dan karna ini video pake tangan sendiri,
jangan heran kalo nyaris aku tidak muncul disitu
ehe